Potret Nabil Arif, Mahasiswa Unhas yang Diusir Dosen karena Ngaku Bergender Netral

Potret Nabil Arif, Mahasiswa Unhas yang Diusir Dosen karena Ngaku Bergender Netralnasioluo.com – Potret Nabil Arif, Mahasiswa Unhas yang Diusir Dosen karena Ngaku Bergender Netral

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum (Unhas) Universitas Hasanuddin diusir oleh dosen saat masa orientasi kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).

Siswa baru diyakini dikecualikan karena mereka mengaku netral gender atau bukan laki-laki atau perempuan, tetapi di antara keduanya. Kondisi ini juga dikenal sebagai non-biner atau non-biner.

Dalam video klip itu, seorang mahasiswa bernama Muhammad Nabil Arif Adhitya terlihat ditanyai jenis kelaminnya oleh dua orang dosen.

Nabil tidak ingin memilih antara laki-laki atau perempuan karena dia merasa berada di antara keduanya. Akibatnya, dia diusir dari ruang kegiatan.

Setelah videonya viral di media sosial, banyak netizen yang sontak heboh dengan kejadian tersebut. Ada yang mendukung kebijakan Unhas, ada yang justru mendukung Nabil karena dianggap tidak adil.

Tak heran Nabil sendiri menjadi trending di media sosial. Banyak netizen yang bertanya-tanya ada apa dengan Nabil dan bagaimana kronologis kasusnya. Jaka mempersembahkan kepada Anda sederet foto Nabil Arif, seorang Unhas baru yang ditolak guru karena mengaku netral gender, seperti dirangkum akun Instagram @_nabilrf.

Potret Nabil Arif, Mahasiswa Unhas yang Diusir Dosen karena Ngaku Bergender Netral

1. Berikut adalah video klip dialog Nabil dengan dua dosen pada acara PKKMB Universitas Hasanudin. Mereka berdebat ketika Nabil tidak ingin diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan.

Potret Nabil Arif, Mahasiswa Unhas yang Diusir Dosen karena Ngaku Bergender Netral

2. Awalnya Nabil menghadiri acara PKKMB dan tertangkap oleh cahaya kipas kecil yang dibawanya. Dirasakan perilakunya berbeda dengan siswa lain, sehingga Nabil dipanggil ke depan.

3. Dia ditegur bahkan saat sedang berlari, karena dosennya menemukan bahwa Nabil yang lahir pada tanggal 29 November 2003 itu sangat baik hati.

4. Saat Nabil ada di depan, langsung diinterogasi. Video klip itu memperlihatkan bagaimana dosen bertanya kepada Nabil tentang status KTP-nya. Nabil pun menjawab bahwa statusnya adalah laki-laki.

5. “Tidak keduanya. Di tengah.” Makanya gender itu netral, Pak,” jawab Nabil tegas.

6. Mendengar jawaban itu, Muh Hasrul langsung meminta panitia mengeluarkan Nabil dari ruangan. Hal ini dikarenakan Unhas tidak menerima mahasiswa yang netral gender.

7. Setelah kejadian itu, Nabil pun sempat dipanggil ke salah satu ruangan dosen. Di sana, Wakil Dekan III Unhas Hasrul mengatakan bahwa Nabil sudah mengakui kalau dirinya siap dianggap jadi laki-laki.

8. Sayangnya, Nabil disebut kembali berulah setelah itu. Ia mengunggah potongan percakapan WhatsApp dengan narasi yang mengutuk tindakan dosen tersebut dengan bahasa yang bisa dibilang cukup kasar. Dia bahkan menyebut para dosen “katak zuma”.

9. Terakhir, pihak kampus mengundang Nabil dan orang tuanya untuk datang ke kampus untuk membahas peredaran video rekaman di media sosial yang menunjukkan pelanggaran kode etik mahasiswa.

10. Setelah pertemuan, kedua belah pihak memutuskan untuk berdamai. Nabil meminta maaf karena telah merusak reputasi kampus dan dosen.

11. Rektor Unhat Prof. Jamaluddin Jompa juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengatakan Unhas adalah urusan yang inklusif dan terbuka untuk semua. Namun, dia meminta maaf atas kesalahan yang dia buat. 12. Masalah kampus mungkin sudah selesai, tapi hukuman netizen terus berlanjut. Tidak sedikit orang yang menyerang media sosial Nabil dan menyerangnya dengan kata-kata kasar tentang pilihan jenis kelaminnya.

13. Ternyata Nabil juga merasakan hal itu. Ia pun menjawab bahwa hinaan yang diterimanya itu kejam, namun tidak membuatnya sedih, justru ia merasa lebih kuat.

Akhir Kata

Nah, itulah sederet foto Nabil Arif, mahasiswi baru Unhas yang diusir dari ruang PKKMB karena mengaku netral gender. Admin kembali menjelaskan kronologisnya, semoga tidak bingung ya?

Jadi, apa pendapat Anda tentang kasus ini? Anda berada di pihak siapa? Kampus atau pihak Nabil? Jangan lupa komen di bawah ya?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.