Pasukan Ukraina, Modifikasi Pickup Mitsubishi Strada L200 Menjadi MLRS, Kreatif Banget!

Sedangkan truk pikap yang digunakan di Ukraina adalah Mitsubishi Strada L200, truk pikap penggerak roda 4x4 dengan kabin ganda. Mobil tersebut menggunakan mesin diesel 4D56 dengan mesin 2.5 liter 4 silinder 16 katup in-line. Dilengkapi dengan intercooler turbocharged, pickup L200 4x4 mampu menyemburkan tenaga maksimal 100 PS pada 4.200 rpm dan torsi 245 Nm pada 2.000 rpm. Meski tenaga yang dihasilkan rendah, mesin tersebut mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam. Sebenarnya, memasang MLRS pada kendaraan sipil pada masa perang itu menguntungkan. Secara teknis tidak memiliki daya tahan dan jangkauan lapis baja, tetapi kendaraan sipil menebusnya dengan menawarkan kecepatan, mobilitas, dan kemudahan perawatan. Dibandingkan tangki T-72, pickup Toyota dan Mitsubishi jauh lebih murah dan suku cadangnya banyak.nasioluo.com – Pasukan Ukraina, Modifikasi Pickup Mitsubishi Strada L200 Menjadi MLRS, Kreatif Banget!

Seperti semut melawan gajah, Ukraina telah kehilangan segalanya melawan Rusia secara militer untuk mengimbangi atau setidaknya mengurangi kemarahan beruang; pasukan biru dan kuning juga harus kreatif. Selain berhasil mengintegrasikan rudal AGM-88 HARM ke dalam MiG-29 mereka, Ukraina juga telah memasang kembali pickup Mitsubishi dengan peluncur rudal S-8. Kendaraan sipil berhasil diubah menjadi MLRS (Multiple Missile System).

Sedangkan truk pikap yang digunakan di Ukraina adalah Mitsubishi Strada L200, truk pikap penggerak roda 4x4 dengan kabin ganda. Mobil tersebut menggunakan mesin diesel 4D56 dengan mesin 2.5 liter 4 silinder 16 katup in-line. Dilengkapi dengan intercooler turbocharged, pickup L200 4x4 mampu menyemburkan tenaga maksimal 100 PS pada 4.200 rpm dan torsi 245 Nm pada 2.000 rpm. Meski tenaga yang dihasilkan rendah, mesin tersebut mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam. Sebenarnya, memasang MLRS pada kendaraan sipil pada masa perang itu menguntungkan. Secara teknis tidak memiliki daya tahan dan jangkauan lapis baja, tetapi kendaraan sipil menebusnya dengan menawarkan kecepatan, mobilitas, dan kemudahan perawatan. Dibandingkan tangki T-72, pickup Toyota dan Mitsubishi jauh lebih murah dan suku cadangnya banyak.
Dilihat dari beberapa video yang beredar di Twitter selama 3 bulan terakhir, tampaknya pickup dual-cab Mitsubishi L200 series telah berhasil dipasangi peluncur roket yang juga unik; peluncur rudal seperti itu biasanya dipasang pada helikopter Ka-52 Alligator. Roket itu diproduksi di Uni Soviet dan diekspor ke beberapa negara. Rudal S-8 mulai diproduksi pada tahun 1984 dan dilengkapi dengan berbagai jenis hulu ledak. Rudal tersebut tidak dilengkapi dengan sistem pemandu, sehingga mudah diintegrasikan dengan kendaraan sipil. Penargetan dicapai hanya dengan mengarahkan pemancar ke target. Berbagai hulu ledak tersedia, termasuk HEAT-Frag, anti-runway, incendiary hingga thermobaric hulu ledak. Tergantung pada hulu ledaknya, rudal S-8 memiliki jangkauan maksimum 2 hingga 6 kilometer. Sebanyak 20 rudal dapat ditembakkan.
Sistem MLRS berbasis pickup yang digunakan di Ukraina memiliki sudut elevasi barel dari -5 hingga maksimum 55 derajat, sedangkan rotasi azimuth adalah 360 derajat. Sistem MLRS dikelola oleh dua orang. Waktu tembak dari saat kendaraan tiba di lokasi kurang dari 5 menit.

Sedangkan truk pikap yang digunakan di Ukraina adalah Mitsubishi Strada L200, truk pikap penggerak roda 4x4 dengan kabin ganda. Mobil tersebut menggunakan mesin diesel 4D56 dengan mesin 2.5 liter 4 silinder 16 katup in-line. Dilengkapi dengan intercooler turbocharged, pickup L200 4x4 mampu menyemburkan tenaga maksimal 100 PS pada 4.200 rpm dan torsi 245 Nm pada 2.000 rpm. Meski tenaga yang dihasilkan rendah, mesin tersebut mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam. Sebenarnya, memasang MLRS pada kendaraan sipil pada masa perang itu menguntungkan. Secara teknis tidak memiliki daya tahan dan jangkauan lapis baja, tetapi kendaraan sipil menebusnya dengan menawarkan kecepatan, mobilitas, dan kemudahan perawatan. Dibandingkan tangki T-72, pickup Toyota dan Mitsubishi jauh lebih murah dan suku cadangnya banyak.

Sedangkan truk pikap yang digunakan di Ukraina adalah Mitsubishi Strada L200, truk pikap penggerak roda 4×4 dengan kabin ganda. Mobil tersebut menggunakan mesin diesel 4D56 dengan mesin 2.5 liter 4 silinder 16 katup in-line. Dilengkapi dengan intercooler turbocharged, pickup L200 4×4 mampu menyemburkan tenaga maksimal 100 PS pada 4.200 rpm dan torsi 245 Nm pada 2.000 rpm. Meski tenaga yang dihasilkan rendah, mesin tersebut mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam. Sebenarnya, memasang MLRS pada kendaraan sipil pada masa perang itu menguntungkan. Secara teknis tidak memiliki daya tahan dan jangkauan lapis baja, tetapi kendaraan sipil menebusnya dengan menawarkan kecepatan, mobilitas, dan kemudahan perawatan. Dibandingkan tangki T-72, pickup Toyota dan Mitsubishi jauh lebih murah dan suku cadangnya banyak.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.