Kisah Hidayah 5 Orang Terkaya Indonesia yang Jadi Mualaf, Ada yang Bangun Ratusan Masjid!

Kisah Hidayah 5 Orang Terkaya Indonesia yang Jadi Mualaf, Ada yang Bangun Ratusan Masjid!nasioluo.com – Kisah Hidayah 5 Orang Terkaya Indonesia yang Jadi Mualaf, Ada yang Bangun Ratusan Masjid!

Banyak orang mencari pengalaman spiritual untuk diri mereka sendiri dalam hidup mereka. Pasalnya, soal akidah itu sangat sensitif dan personal, geng.

Pengalaman hidup dan pencarian jalan spiritual jarang membawa mereka ke pertobatan. Hal ini tidak terkecuali bagi orang-orang terkaya di Indonesia.

Mereka bertekad untuk menjadi mualaf meski harus menghadapi berbagai tantangan dari keluarga dan lingkungannya. Tentu saja ini bukan hal yang mudah karena mereka adalah konglomerat yang hidupnya dikelilingi oleh kekayaan dan juga kondisi kehidupan yang berbeda dari orang kebanyakan.

Penasaran siapa saja orang terkaya di Indonesia yang memutuskan masuk Islam? Bagaimana kisah migrasi mereka, ya? Simak rangkumannya di bawah ini.

1. Jusuf Hamka

1. Jusuf Hamka

Siapa yang tidak mengenal Yusuf Hamka atau yang sering disapa Babah Alun? Pimpinan perusahaan yang pindah agama ini memutuskan untuk masuk Islam setelah bertemu dengan ustadz Buya Hamka pada tahun 1981.

Lahir di keluarga Tionghoa, Jusuf Hamka dikenal dengan sifat dermawan dan suka membantu sesama. Kepala perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada juga disebut-sebut sangat rendah hati.

Ia bahkan memiliki mimpi untuk membangun 1000 masjid. Salah satu yang berhasil dibangun adalah Masjid Baba Alun di bawah kepemimpinan Ir. Wiyoto Wiyono. Ia juga membuka warung nasi kuning Podjok Halal yang hanya mematok harga Rp 3.000 dan bisa ambil sepuasnya. Jusuf Hamka juga rutin membagikan sembako gratis kepada warga kurang mampu.

Yusuf bukan hanya seorang Muslim di keluarganya, tetapi putrinya Fitria Yusuf juga masuk Islam pada tahun 2020. Dia mengaku masuk Islam karena dibimbing dan diilhami oleh ayahnya.

2. Irwan Mussry

2. Irwan Mussry

Sosok Irwan Mussry, suami musisi ternama Maia Estianta, pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Mungkin banyak yang belum tahu kalau Irwan sebenarnya lahir dari keluarga Yahudi, geng.

Ia lahir dan besar di Surabaya sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Baru pada tahun 1987 Irwan kembali ke Indonesia untuk memulai bisnis jam tangannya. Saat ini beliau menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Timerindo Perkasa International (Time International). Perusahaan memiliki hak ritel untuk 40 merek jam tangan global eksklusif seperti Gucci, Rolex, Chanel, dan lainnya.

3. HM Jos Soetomo

3. HM Jos Soetomo

 

 

Ada pula HM Jos Soetomo, pengusaha kelahiran China asal Kalimantan yang pernah masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Globe Asia tahun 2017.

Dia berada di peringkat ke-93 dengan kekayaan bersih 430 juta dolar AS atau setara dengan Rp. 5,5 triliun.

Harta yang melimpah tidak membuatnya melupakan agama. Jos Soetomo, seorang mualaf resmi, membantu 4 masjid Cheng Hoo di Balikpapan, Batuah Kutai Kartanegara dan Samarinda.

4. Johari Zein

4. Johari Zein

Anda pasti tahu perusahaan pelayaran JNE bukan? Pemiliknya adalah Johari Zein, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara tahun 1954.

Ia sudah aktif berbisnis sejak SMA. Sebelum menjadi pengusaha besar, ia adalah seorang salesman di perusahaan pelayaran TNT pada tahun 1980. Sampai dia memulai perusahaannya sendiri bernama Worldpak/Pronto. Sayangnya, bisnis yang ia mulai tidak selalu berjalan mulus. Hingga ia mencoba bergabung dengan pemilik jasa pengiriman Kitipan Kilat untuk memulai JNE yang menjadi sukses.

Bisnisnya tetap di bidang ini sampai dia memulai perusahaan logistik online bernama Paxel dan banyak lainnya.

Dia awalnya lahir dalam keluarga bisnis Cina yang mempraktikkan agama Buddha. Namun, keragaman ditanamkan dalam dirinya sejak lama. Johari bersekolah di sekolah Katolik. Berbagai pengalaman hidup membawanya masuk Islam pada tahun 1982.

Johari adalah seorang Muslim yang taat. Sejauh ini ia telah membangun 99 masjid di 8 penjuru dunia. Ia juga memiliki organisasi filantropi bernama Johari Zein Foundation. Lee Kang Hyun adalah mantan Wakil Presiden Samsung Electronic Indonesia. Orang Korea Selatan ini datang ke Indonesia sejak 1993.

5. Lee Kang Hyun

5. Lee Kang Hyun

Lee mulai belajar Islam pada tahun 1994 sampai ia memutuskan untuk masuk Islam dengan menyatakan imannya di Masjid Sunda Kelapa di Jakarta. Setelah menjadi mualaf, Lee selalu dipanggil Pak Haji, meski tidak pernah naik haji.

Setelah 28 tahun di Samsung, Lee memutuskan untuk pindah ke Hyundai Motor Asia Pacific dan menjabat sebagai Vice President dan Chief Operating Officer (COO).

Akhir Kata

Nah, itulah sejumlah orang terkaya di Indonesia yang memutuskan untuk masuk Islam.

Hebat bukan, geng? Meski penuh dengan harta, mereka tidak melupakan agama dan berbuat baik kepada sesama. Semoga hidupnya selalu diberkati untuk membantu banyak orang!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.